Muhammad Amir Jaya

Muhammad Amir JayaLahir di Tanaberu, Selayar pada 9 September 1967. Menulis puisi sejak SMA .Menyelesaikan studi pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP Ujung Pandang. Aktif di IPIM (Ikatan Penulis Makassar). Sejumlah naskahnya berjudul “Jeritan Anak Debu” (kumpulan puisi), “Anak Panah” (kumpulan Cerpen), “Sepotong Bulan di Sebuah Taman” (kumpulan esei). Karyanya yang lain terkumpul dalam antologi “Menepi ke Sepi Puisi” (2009). Selain menulis puisi juga aktif menulis cerpen dan esei yang dipublikasikan di Harian Pedoman Rakyat, Harian Fajar dan lain-lain.

KARYA-KARYANYA YANG TERDOKUMENTASI PADA LAMAN INI ANTARA LAIN :

Puisi :

  • Potret Makassar 1 (puisi)
  • Potret Makassar 2 (puisi)
  • Potret Makassar 3 (puisi)
  • Potret Makassar 4 (puisi)
  • Potret Makassar 5 (puisi)
  • Potret Makassar 6 (puisi)
  • Potret Makassar 7 (puisi)
  • Potret Makassar 8 (puisi)
  • Potret Diri (puisi)
  • Kabar Dari Pulau I (puisi)
  • Kabar Dari Pulau 2 (puisi)
  • Nostalgia (puisi)
  • Sujud Malam 1
  • Sujud Malam 2
  • Pengakuan 1
  • Pengakuan 2
  • Sajak Ke0pada Anakku Inayah Nur Ramadhani
  • Membaca Kadondong
  • HBawalah Kami ke Langit
  • Nafas Cinta (puisi)
  • Matahari di Perut Istriku (puisi)
  • Gerimis Malam (puisi)
  • Biografi Penyair (puisi)
  • Potret Indonesia Baru
  • Nyanyian Kota 1
  • Jendela Subuh
  • Penyair Angin (puisi)
  • Sepotong Sajak Buat Istriku (puisi)
  • Kalbu Penyair (puisi)
  • Kudengar Indonesia Sdang Brnyanyi
  • Biografi Kursi
  • Isak Tangis untuk Bumi Lorosae
  • Oercikan
  • Cermin Kehidupan 1
  • Cermin Kehidupan 2
  • Rumahmu Rumahku
  • Derita Guru di Kawasan tertentu
  • Lagi-Lagi Urut dada
  • Memendan resah
  • Tengadah 1
  • Tengadah 2
  • Dunia Politik Adalah Dunia Tong-Tong Sampah
  • Indonesia dalam sepotong Sajak (Menyambut HUT RI ke 58)
  • Sepotong Sajak Buat Anakku 1
  • Sepotong Sajak Buat Anakku 2

Cerpen :

  • Drama Pengantin (cerpen)
  • Ketika Si kerbau, Si Kambing dan Si Ayam Memendam Benci (cerpen)
  • Karena Mertua (cerpen)
  • Rindu Kematian (cerpen)
  • Gadis-Gadis Malam (cerpen)
  • Bayiku, Sorga Perkawinan
  • Butir-Butir Dosa
  • Nining
  • Ayahku Dituduh PKI
  • Ranjang yang Terbelah
  • Rindu Kematian
  • Surat Kepada Labembe
  • Gila
  • Gulungan Ombak Menangis Di Kaki Jembatan Sarkama
  • Sepotong Bulan di Sebuah Taman
  • Kehilangan

Esei :

  • Nekara Selayar (Sebuah Karya Seni yang Cukup Tinggi)
  • Olah Sastra Mulai dari Masa Dini
  • Menulis Puisi Itu Nikmat
  • Halo, Jakarta
  • Kursi Tua
  • Sang Dosen
  • Surat terbuka dari Nurani
  • Bagaimana Cara Menulis Cerpen ?


Satu Tanggapan to “Muhammad Amir Jaya”

  1. sy butuh naskahnya pak. tdk ada lg arsif sy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: