Tak Ada Pesta dan Pendar Warna di Udara

Puisi Syaifuddin Gani :

:achmad zain

cahaya letus
mengganyang tempurung malam.
bulat kecut
merinding di selangkangan cakrawala.
malam lecut, laut kusut
dijagal tapak-tapak gamang.

sementara jarum jam melambat
lunglai sebelum tahun berganti
ribuan mata rabun dihunjam teka-teki
siapa sebetulnya pulang.
adakah yang datang?

suara-suara membentur angkasa
bau masam dari jasad melim….

tapi jarum jam malam
patah, terjungkal di sekujur jalan.
orang-orang yang menanti ilusi baru,
mematung sepanjang jalan.

cahaya yang kau letuskan
menembakkan ribuan cahaya legam,
tak ada pesta dan pendar warna di udara

tahun
tak
pemah
baharu.

Kendari, Januari 2006

Sumber: Harian PEDOMAN RAKYAT, Minggu 19 Februari 2006, halaman 15

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: