Surat Juliet

Puisi Syaifuddin Gani :

seteguk racun
setikam belati
kuburkan riwayat kita.
 
tapi di altar pemakaman durja
kabut subuh gundah
tanggalkan sehelai rambutmu nan kirmizi
menjelma cakrawala sepanjang Itali.
 
telah melapuk dinding montague dan capulet
yang kaudaki aku di puncak renjana
dan menembakkan kesumat di sembab ranjang.
 
tapi badan dan ranjang pun membangkai.
 
lambaian dan lolongan orang-orang
yang berkabung di kota verona
melukis bibirmu menyihir.
 
dan air matamu mengalir
kan diziarahi para pelancong
kesejatian cinta
kemolekan luka.
 
kita pun
tak pernah mati,
romeo.

Jakarta-Kendari, J uni-Desember 2005

Sumber : Harian PEDOMAN RAKYAT, Minggu 19 Februari 2006, halaman 15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: