Pipit-Pipit Kelabu

Puisi Syaifuddin Gani :

di halaman rumah, tergelarlah padi jemuran
dari ladang-ladang sunyi yang baru dipanen
siang mulai berdatangan menyalami bulir~bulir dingin
rombongan pipit-pipit kelabu, tanyakan
apakah ada sisa untuk kami rayakan
 
ah, pipit-pipit kelabu
ini hari-hari ngilu dan pilu
seperti dahulu, sawah dan ladang
tetap setia mengandung sekarung nyeri dan radang
kita berbagi nasib dan pahit
di negeri sejuta pulau, sejuta laut
sejuta hutan, sejuta utang
kota dan desa menjadi gubung genang
diguyur sembilan puluh sembilan liter airmata
 
sambil menanti esok hari
bernyanyilah
aku menari
bermasa irama angin dan nyanyian musim
 

Kendari, November 2005

Sumber: Harian Fajar Minggu, 18 Juni 2006 halaman 29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: