Losari

Puisi Syaifuddin Gani :

 

di tepi jalan
kitakah yang memandang matahari
atau matahari memandang kita.
 
sembari meninggalkan senja
atau senja meninggalkan kita.
tiap malam
saat kota berbinar-binar
tiap orang diberondong pertanyaan,
itu.
yang segera hilang bersama konro yang ditelan
angin laut yang berkesiur, cekikikan di bawah lampu
ciut,
retribusi atas kencan sepanjang kecup
 
losari tumpahkan gelombang
tumpahkan kemunafikan
losarl tumpahkan wangi birahi
tumpahkan segala kesumat
biar telanjang
segala wajah segala dusta
 
tiap malam
saat kata berbinar-binar
diberondong pertanyaan,
 

Sumber: Harian PEDOMAN RAKYAT, Minggu 19 Februari 2006, halaman 15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: