Air Mata dari Masyrik Sampai Magrib

Puisi Syaifuddin Gani :

awan luluh
hujan luruh
matahari kabur
 
angin layu
camar laju
ombak menabur
 
air mata
dari masyrik sampai magrib,
 

Kendari, Januari 2005

 Sumber: Harian PEDOMAN RAKYAT, Minggu 19 Februari 2006, halaman 15


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: