Shaifuddin Bahrum

Alumnus Fakultas sastra Unhas. Dia lebih dikenal sebagai penulis artikel sastra, namun sebenarnya juga menulis cerpen dan puisi serta menjadi sutradara teater. Dia juga banyak melakukan penelitian budaya, terutama yang berhubungan dengan kebudayaan Tionghoa. . Buku-bukunya sudah banyak terbit, termasuk roman sejarah. Tulisannya pernah dimuat pada Harian Fajar dan Harian Pedoman rakyat

KARYA-KARYANYA YANG TERDOKUMENTASI PADA LAMAN INI ANTARA LAIN :

Puisi

  • Jeneponto (puisi)
  • Selayar (puisi)
  • Di Awal Musim
  • Pertemuan
  • Di awal Musim
  • Pertemuan
  • Sujudku
  • Sepi Mengintai
  • Lontaraq Air mata Cinta
  • Cinta di Pesta panen

Cerpen

  • Paronda (cerpen)
  • Karaeng Baba
  • Langit kelam
  • Raskin

Esei

  • Mencari Identitas Budaya China yang Mengindonesia
  • Catatan dari festival Teater III Sulsel BKKNI -1 (esei)
  • Catatan Menjelang Festival BKKI 2005 (bagian 1): Mengolah Cerita Rakyat Jadi Teater (esei)
  • Catatan Festival Tari Kontemporer : Prlu Kejujuran
  • Perkembangan Sastra Indonesia di Sulawesi selatan (1)
  • Perkembangan Sastra Indonesia di Sulawesi selatan (2)
  • Perkembangan Sastra Indonesia di Sulawesi selatan (3)
  • Merevitalisasi Kebudayaan Sulawesi selatan (1)
  • Merevitalisasi Kebudayaan Sulawesi selatan (2)
  • Catatan Pelantikan Bissu (1) : Marebba Bissu, Adakah yang Tahu ? (esei)
  • Chairil Anwar dan Kreativitas Sastra Kita (esei)
  • Kenangan Panjang Soe Hok Gie (esei)
  • Lontara dalam Ancaman Dunia Digital 1 (esei)
  • Catatan Festival Seni Tradisional Sulsel: Seni Tradisional dalam Alih Ruang dan Waktu
  • Catatan Festival Seni Tradisional Makassar III: Dibutuhkan Manajemen Festival Seni Tradisional
  • Catatan Pinggir dari Festifal dan Seminar Internasional La Galigo: Desa Itu Bernama Pancana
  • Makassar Trotoar Musik Terus Mencari dan Menggeliat (esei)
  • Muharram; Mungkinkah Mengganti Puang Matoa Bissu ? (esei)
  • Nuansa Maulid (1) : Antara Kepercayaan dan radisi (esei)
  • Sabung Ayam di Toraja (esei)Tionghoa Makassar Tahun 30-an dalam Tradisi Tulis (esei)
  • Seni Tradisional dalam Alih Ruang dan Waktu (esei)
  • Tingonghoa-Makassar Tahun 30-an dalam Tradisi Tulis (esei)
  • Bissu Memandang Matahari Terbit
  • Catatan Festival Tari Kontemporer: Perlu Kejujuran
  • Mengenang Ho Eng Dji (Bagian 2), Penyair dan Pencipta lagu Daerah Sulsel yang Namanya Lama terkubur
  • Catatn Pertunjukan Drama “Biografi” Karya Yudhistira Sukatanya: Mencari Biografi Pak Bangsa
  • Catatan dari Festival Mandar III di Majene: Perlu Belajar Pada pengalaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: