Seorang Penari Duduk Di Beranda

Puisi Bouraq Cambuq

Untuk Inu/ Daratista

Menari menarilah di antara ruang senyap yang sebentar
sebab senja selalu datang dan pergi seirama tepukan itu

Teruslah menari jangan letih menggoyangkan jari-jari
pada nyanyian waktu seperti ujung tombak

Menari menarilah sampai aromamu meresap di tiang kayu
biar mereka terdiam dalam kejang syahwat

Teruslah kau menari seperti malikat tak pernah mati
memeriahkan cinta rindu cinta

Sejarah akan meminta kata-kata pada aksara penghabisan
juga desaumu yang tak jelas selain air matamu semacam
kristal –

Maka menarilah setia malam mengantar kau pulang
lantaran kau hanya seorang penari, tak lebih dari itu!

Menari jangan duduk di beranda. Hanya akan merobek
mimpi mimpi ‘
Mereka pasti lenyap, erangannya, pasti lenyap.

Sumber: Harian Fajar, Minggu 18 Mei 2003 halaman 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: