Bali, 2002

Puisi Bouraq Cambuq

 

Bali menjerit

Dalam cahaya kecemasan

Dan tangis sirene

Aku berlari

“Dimana kau Nadine,” teriakku

Tak kulihat lagi rambutmu yang emas

Kulitmu yang asing

Hanya bangkai, arang, darah kering

Setelah bengis bom menggertakkan rahang

Pada jalusi jendela kaca

Orang-orang menoleh

Kubaca namamu pada kaligrafi darah

Seusai berita

Sumber : Harian Fajar, Minggu 18 Mei 2003 halaman 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: