Kemiskinan Bersama Bunga

Puisi Husny Lashinta Rampales

 

Dulu,

nenek sering berceritera

tentang sungai-sungai di negeri China

airnya mengalir bersama peradaban

semenjak ribuan tahun

 

hari ini, aku disini…

 

bersama bahteraku, bersama rinduku

pada pelayaran ini

kutelusuri sungai Yang Tze Kiang

airnya mengalir tenang

bersama riwayatnya yang panjang

semenjak ribuan tahun

 

awal musim semi ini

angin dingin bertiup dari hulu

sampai ke muara

 

kota Shang Hai disisi selatan

berceritera tentang beban sejarahnya

sesudahnya cerobong-cerobong asap kemakmuran

berderet-deret panjang

 

namun sampai ketengah

ditepian utara sungai itu

kulihat kemiskinan bersama bunga

 

kota Nanjing masih menanti di utara

sementara nenek menanti di selatan

 

kelak nanti,

ketika kukembali dari pelayaran ini

kehadapan nenek akulah yang berceritera

dengarlah nenek :

di sungai itu kulihat kemiskinan bersama bunga

 

peradaban itu panjang

seperti bunga, kemiskinan itu ada dimana-mana

seperti bunga, kemakmuran bila tiba saatnya kan gugur

 

sementara air sungai terus mengalir tak putus-putus

dan angin musim semi tak jemu-jemu berhembus

dari hulu sampai ke muara

membawa kabut putih menuju laut kuning…

 

Sungai Yang Tze Kiang ( China)

Musim semi : 24.04.1996

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: