Dg. Mangeppek

 

Sumber: fajar.co.id

Dg. Mangeppek

Lahir pada 14 Juni 1962 di Tanaberu, Labongan Selayar. Tamat SD di tanah kelahirannya ia hijrah ke Makassaruntuk  melanjutkan pendidikan dasar dan menengah. Ia Pernah menjadi mahasiswa STIA Al-Amin Sorong, Irja. Alumni LEMJURI Jakarta ini mulai menulis puisi, cerpen, kolom, esei, dan artikel lainnya secara otodidak. Karena sering menulis di berbagai media massa, baik local maupun nasional seperti Majalah Anita Cemerlang, Pelita, Amanah, Harian Masa Kini, Suara Muhammadiyah, Wanita Indonesia, Keluarga, Fakta, Kartini, Harian Fajar, Harian Pedoman Rakyat, Mimbar Karya dll., maka pada tahun 1985-1987 diangkat menjadi wartawan majalah Panji Masyarakat. Tahun 1999-2001 juga menjadi wartawan SKU Intiberita dan sejak tahun 2001 sampai sekarang mendirikan Majalah Politik MENIT Plus. Di samping itu ia juga sebagai Pengurus Ikatan Penulis Indonesia Makassar (IPIM) Sulsel dan Pengurus Komite Wartawan Pelacak Profesional Indonesia (KOWAPPI) cabang Sulsel.

Karya-karyanya yang terdokumentasi pada laman ini antara lain :

Puisi

  • Aku Ingin Jadi Presiden (puisi)
  • Alhamdulillah (puisi)
  • Bumi Indonesia Marah (puisi)
  • Catatan Hidup (puisi)
  • Cerita dari Kampungku (puisi)
  • Doa Tafakkur (puisi)
  • Esok (puisi)
  • Hidup di Indonesia (puisi)
  • Jendela Hati (puisi)
  • Kamus Hidupku (puisi)
  • Ketika Petaka adalah sahabat kita (puisi)
  • Menatap Kesediahan 8indonesia (puisi)
  • Menatap Kota Makassar (puisi)
  • Menjelang Malam (puisi)
  • Mudsibah  (puisi)
  • Munafik (puisi)
  • Pulanglah (puisi)
  • Rahasia Kepergian Ibunda (puisi)
  • Sajak hitan (puisi)
  • Selingkuh (puisi)
  • Tembang Nelayan Selayar (puisi)
  • Tingkah Laku (puisi)
  • Untuk Tetta Kol. Yasin Limpo (puisi)
  • Harapan Bangsa (puisi)
  • Baying-Bayang kelam (puisi)
  • Harapan Bangsa (puisi)
  • Baying-Bayang kelam (puisi)
  • Awal Fitnah (puisi)
  • Anak Panah (puisi)
  • Sebuah Titian (puisi)
  • Sepi (puisi)
  • Kesombongan Hidup Fana (puisi)
  • Elegy Dalam Hati (puisi)
  • Episod Kehidupan (puisi)
  • Satu Gol dalam Darah (puisi)
  • Sajak Cemburu (puisi)
  • Sajak Kerinduan (puisi)
  • Sajak Jendela (puisi)
  • Uneg-Uneg (puisi)
  • Tibalah Sudah (puisi)
  • Jari-Jari Kaki dan Cita-Cita (puisi)
  • Sakak Cemburu I (puisi)
  • Sajak Cemburu II (puisi)
  • Melupakan Cintanya (puisi)
  • Surat dari Kampung (puisi)
  • Senja di Pantai Selayar I (puisi)
  • Senja di Pantai Selayar II (puisi)
  • Senja di Pantai Selayar III (puisi)
  • Kemilau Bersimbah Sujud (puisi)
  • Mencari Terminal Akhir (puisi)
  • Album (puisi)
  • Beri Aku Kesabaran (puisi)
  • Kezaliman Akan Berakhir (puisi)
  • Bangsa yang Sakit (puisi)

Esei

  • Benarkan Islam Bersifat Apriori Terhadap seni (esei)
  • Orang Indonesia Tak Berbakat Jadi Pengarang (esei)
  • Karya Puisi dan Penyairnya (esei)
  • Macet (kolom)
  • Kaca dan Cermin (kolom)

Artikel

  • Perlu Gerakan Hak Konsumen (artikel)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: