Suara Keramat

Puisi A. Rasdiana Amir

I

Siang-siang suara itu menyapa

Hei, kemana tuan-tuan sombong di mobil mewah

aku rindukan darah kental di piala rohmu

 

Peduli apa : taman ini kuasaku !

serat villa gedung pencakar angkasa

Persetan : uang ini penggali terowongan emas

kucekit kudukmu di situ ! sambungnya

 

Hei, kuli-kuli penyusun sampah

di kerikil berdebu

panglingkah dengan ini suara ?

Tidak, tapi ini menabung sesen dua

dan hari esok bikin kotak besi

berkunci rahasia

boleh cari aku di situ ! tantangnya

 

Bila pawang menghibur dongeng akhir

senja ini tidak akan panjang lagi

dan malam tak bertepi

menelan kalian pantang mundur pantang seleksi

 

Mana juara karate para insan ?

 

II

Kafilah-kafilan imandari daerah singgah

berpeluk kasih dengan si jantung syurga

di padang tetumbuhan hijau

pentolan cinta dari daerah kering

Sempoyongan dibisingi halilintar neraka

Kekasihnya di fatamorgana

menghidupi api membakar cerita gersang

 

Mana persembunyian para insan ?

 

(sumber: Antologi “Jejak-Jejak Puisi Ombak Makassar”)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: