Jurlan Em Saho’as

H.M. Jurlan Em Saho’as, Lahir di Ujung Pandang 1964. Menulis sajak sejak di bangku Madrasah Aliah DDI Galesong Baru namun karyanya dipublikasikan di berbagai media cetak daerah dan nasional, setelah jadi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin (1982-1984), tapi studinya diselesaikan di Fakultas Ushuluddin Universitas Muslim Indonesia ( 1936-1995 ) .Sekitar empat tahun aktif mengisi pelangi budaya  RRI Nusantara IV Ujung Pundang yang waktu itu diasuh Ichsan Amar. Sajaknya berjudul, “Rohana, Balada Gadis Desa” meraih Juara lll lomba cipta dan baca puisi yang diadakan DKSS Januari lalu. Selain menulis puisi juga aktif menulis naskah drama TVRI.  Tahun 1983 mendirikan Teater Hasyim Asy’ari  dan melakukan pentas dari lorong ke lorong sampai di gedung kesenian. Pada Festival Teater Sulsel 1998, ia mendapat kepercayaan menangani tiga grup teater sebagai sutradara (Takut, Studio One), produser (Tuan Kondektu r, Teatet  Zaman) dan pimpinan produksi (New York oh New York, Sinergi Teater Makassar). Telah merampungkan satu antologi puisi “Moyangku Bugis”. Di lembaga kesenian ia meniabat Sekretaris Bidang Dokumentasi dan Publikasi BKKNI Tingkat I Sulsel, anggota pengurus Dewan Kesenian Sulawesi selatan (DKSS) dan Kerua Umum Lembaga Pengembangan Kreativitas Seni dan Budaya Ikatan Putra Nahdatul Ulama (IPNU) Pusat.

KARYA-KARYANYA YANG TERDOKUMENTASI PADA LAMAN INI ANTARA LAIN :

Puisi :

Cerpen :

  • Badik Pusaka
  • Purnama di Balik Belukar
  • Ketika Malam Makin Larut
  • Subuh Terakhir Ramadhan
  • Gemuruh Kabut Di Langit

Esei :

  • Darah daging sastra Wilson Tjandinegara (esei)
  • Panorama Budaya Sulsel di TIM
  • Dakwah Nyamuk, Dakwah Fuad Rumi
  • Kupu-Kupu yang Manis (Dari Kalubampa karya Iin Joesoef Madjid)
  • Sang Mandornya Rahman Arge Digarap Empat Versi
  • Semoga Gong Pertama Tak terulang Lagi
  • Pagelaran Sastra Klasik Taman Budaya Sulsel: Makin Lebur Makin Asyik
  • Pengemis (dari Puisi Toto Sudarto Bachtiar)
  • Pasar Taruhan (dari Lukisan Is Hakim)
  • TIM kesenian GM, 45 Sulsel di London: Di Tangan Orang Muda Kesenian Sulsel Makin Profesional
  • Maccera Tappareng
  • 8 Tahun Usia Teater Hasyim Asy’ari: Bermain Api, Um Baaaaa !
  • Dari Dialog “Gairah Dalam Kehidupan” KPFN Sulsel-DKSS: Film Sebagai Karya Seni Harus Diperbincangkan Terus
  • Memadukan Sumi-e dan Shodoo (Dari Pameran dan Sarasehan Kaligrafi Abd. Aziz Ahmad)
  • Teater Lenter 67 Wadah Pembinaan Bakat Remaja Bontoala
  • Membujuk Dewa Rumh (Tari Sere Jaga Nigandang Karya Manda)
  • 37 Tahun Usia YMA, Go Internasional
  • Angin Mmmiri Berhembus di Himaly
  • Keker seniman Terbentuk Di Ujung Pandang
  • Kilasan Atas Tanggapan Rekan Ridwan Taiyeb : Mencari Makna Tidak Harus Memenggal Alur
  • Sudah saatnya Dipikirkan: seni teater Dalam Pendidikan
  • Obsesi Kepasrahan Manusia Terhadap Kematian
  • Dari Melati -19 A.M.Mochtar Memantau Festival Tradisional I
  • Dari Visual Art/Movement Art Simon Totem Teater: Diam Tak Berarti Kalah
  • Perahu Nuh II Aspar paturusi di Festival Istiqlal: Tantangan Masa depan Tak Ada habisnya
  • Payung (Menjelang Pertunjukan Instalasi “Dukaku Indonesia”)
  • Biarkan Subek dan Objek Berdialog (Pameran Foto Goenawan Monoharto)
  • Siluet Cinta Syahriar Tato
  • Ketika Cinta dan Pengorbanan Berpadu dalam Diri Seorang Wanita (Kritik Film)
  • Ajakan Berbuat Kebajikan dari Tanah Jepang
  • Kebersamaan Memasuki Tahun Emas (Tari Ma’rambangan Karya Iin Joesoef Madjid)
  • Dari Pentas Tari Tiga Daerah Di TIM : Gairah Berkesenian di Sulsel Tak Terbendungkan
  • Ali Walangadi, Pelukis Besar Yang Memilih Keabadian di Daerahnya Sendiri
  • Hamid Jabbar: “Kebebasan Itu Ada dalam Dirimu”
  • Petta Puang Makin Genit Saja
  • Sajak Solidaritas Warga Tionghoa di Indonesia (Antologi Puisi “Menyangga Dunia di Atas Bulumata”)
  • Yama Menampilkan Kebersahajaan Seni Budaya Bugis Makassar
  • Sang Mandor, Sarat Makna dalam Penyutradaraan
  • Mandar Banuao Lukisan Kekaguman Terhadap Keindahan Negeri (esei)
  • Buruh Gugat, Puisi Kaum Buruh (esei)
  • Tim Kesenian YAMA Sulsel di Taejon Expo’93 Korea Selatan (1): Penonton Antri sepanjang 2 Km Menunggu Giliran
  • YAMA Lolos Ikut Indonesia Performing Arts Marts 2003 (esei)
  • Kakek Tua Menunggu Kereta Lewat (esei)
  • Pameran Tunggal Foto Seni Rupa Goenawan Monoharto: Mulut, Kegelisahan Seorang Seniman Fotografer
  • Membaca Kearifan Lewat Sajak Maysir Yulanwar (esei)
  • Dari Pementasan Drama Teater Zaman: Perang Tidak Hanya Melawan Perusuh (esei)
  • Jejak Kreatif Arena Wati
  • Kecintaan Seorang Keturunan Tionghoa Kepada tanah Air
  • Masyarakat Internasional Kagumi Kesenian Sulsel
  • Malam Lebaran di Mangara Bombang ke Festival Istiqlal II
  • Teater Zaman Tampilkan Aktor Terbaik
  • Chairil Anwar dan Vitalitas kehidupannya
  • Catatan Menjelang Festival Kesenian Tingkat Sulsel: Jangan harap Prestasi dapat Diperoleh dengan Kerja Tergesa-Gesa
  • Muka yang Hilang (dari Pementasan Wabah di Pualam)
  • Moyangku Bugis, Antologi Puisi Enam Penyair Sulsel
  • Iya Belale (Nyanyian Menidurkan Anak)
  • Karaeng Pattingalloang
  • Tiga Penyair Raih Juara Lomba Cipta Puisi Se-Sulsel
  • Menyeberangi Kegelisahan (Dari kumpulan Puisi Tri astoto Kodarie)
  • Dari Pementasan “Jihadunnafsi” di Gedung Kesenian Jakarta: Perang Abadi Dimulai
  • Sapu Lidi di tangan Abdi Bashit
  • Tujuh belas Seniman Peroleh Penghargaan Gubernur
  • Seniman Harus Besar di Kandang
  • Tarik Menarik di kalangan Koreografer (Dari Pentas 9 Tari Sulsel)
  • Tim Kesenian YAMA Sulsel di Taejon Expo’93 Korea Selatan (II): Berkesan Di Paviliun Indonesia, Panitia Minta Mentas di Gedung Berkapasitas 40.000 Orang
  • Andi Galib: Saatnya Seniman Sejati Tampil –Pameran Lukisan “Colli Pakue” di Quality Hotel
  • Wisata Religius di Kota Kekasih; (Catatan Kecil Sekedar Memahami Sajak Syahrial Tato)
  • Menjelang Pentas Maetro Tari Indonesia: Antara Kealpaan dan Keliru Memahami Kesenian
  • Teaterawan Sulsel Produksi Sinetron sendiri
  • Nina Marlina Nadjamuddin Garap “Tiga Ekor Tikus”
  • Drama Takut Soroti Rezim Orde Baru
  • Abdi Bashit Tentang Tari Padendang: Mimpi Di Pekkae, Pulang Bawa Harapan

Kolom :

  • Arogan (kolom)
  • Pidato
  • Buruk sangka
  • Orang Mabuk
  • Buta Hati
  • Takut
  • Haji Mabrur
  • Politik Hianat
  • Kesadaran yang Agung
  • Musibah
  • Jembatan
  • TKI Ilegal
  • Amerika, Jiwa yang Rapuh
  • Kata-Kata mengalir ke Muara
  • Kemacetan
  • Jernihkan Hati
  • Pemilu
  • Buta Mata Buta Hati
  • Keadilan
  • Bersalaman (Pedoman Rakyat Minggu, 28 Juli 2002)
  • Celakalah Orang Takabbur (kolom)
  • Dasar Kambing, Mbeee! (kolom)
  • Gerakan Tutup Mulut (kolom)
  • Jadi Presiden Pasti Enak ya (kolom)
  • Doa dan Ultah
  • Rajiv Gandhi
  • Bagi-Bagi Reseki dengan Yusuf mangga Barani
  • Keledai
  • Maddampola Gincuna
  • Boros Pangkal Rakus
  • Ibu Aceh di Kota Nabi
  • Senyum Itu Ibadah
  • Membaca Gus Dur
  • Tanah Rampasan
  • Sogok
  • Belajar dari Penghinaan
  • Haji Kadir
  • Calon sufi
  • Pemimpin Negar
  • Fanatisme
  • Mr. Kalau
  • Jelmaan Tuhan (kolom)
  • Bidak
  • Hari Esok
  • Bibir Mer
  • Kekeringan (kolom)
  • Kenapa harus Membakar Sekolah (kolom)
  • Keteladanan dalam Mendidk (kolom)
  • Mabusung
  • Malapetaka (kolom)
  • Manusia Pemaaf (kolom)
  • Maulid Nabi (kolom)
  • Mensyukuri Pemberian Allah (kolom)
  • Duppa
  • Merdeka (kolom)
  • Kepala
  • Guru Kholid
  • Arogansi
  • aib
  • Meredam Pertikaian (kolom)
  • Mimpi Melihat Bush Jadi Waria (kolom)
  • Mulajaji (kolom)
  • Pelajaran Berharga dari Baghdad (kolom)
  • Pendidikan Berkesadaran (kolom)
  • Perut (kolom)
  • Polisi kenapa harus Gentar (kolom)
  • Politikus Busuk (kolom)
  • Racun di tangan Kirimu (kolom)
  • Salam Kepadamu Ya Rasul (kolom)
  • Selebaran Gelap (kolom)
  • Siapa Takut (kolom)
  • Titip Doa Buat Golkar (kolom)
  • Undang-Undang (kolom)
  • Kerinduan Nabi Musa
  • Virgin, Konyolnya Keteladanan (kolom)
  • Wajah (kolom)

Memoar :

  • Budayawan dan Pejuang A.Syaiful sinrang Tutup Usia (memoir)
  • Mengenang Jamaluddin Latief

Artikel :

  • Dari Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 57: Pejuang Kemerdekaan Menyesali Indonesia Dipenuhi Koruptor (artikel)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: