Nyanyian Sang Burung

Puisi Mustam Arief

 

telah kutinggalkan pura dari

kristal keringat mama

tatkala seekor burung hinggap

di pelataran sukmaku

di tepi padang, ilalang rebah

oleh tindihan geliat perut perempuan

kehilangan birahi

ada seekor burung di pekut  malam mematuk bulan

bayangannya  buram  di permukan air danau

kemudian lenyap dan  patah sayapnya

kehilangan darah

di tepi padang aku sibuk mengurai

setiap rambut perempuan yang jatuh

dan  menerka milik siapa

sambil  mencari-cari bola mataku  diterbangkan burung

kemudian menangkap gema tangis mama di kejauhan

memanggilku, pulang

 

Makassar, 1989

 

Sumber : Harian Pedoman Rakyat, Minggu 25 Mei 1989

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: