Kemiskinan

Puisi Ridwan Demmatadju

 

Seorang bocah wajah kusam menuai keringat

telapak kakinya di batut debu jalan kota

nafasnya sesak ketika kuajak bercerita

sambil mengayuh laju becak di senja kelam

setelah tawarmenawar dengan bocah hecil itu

aku duduk tenang dan perlahan becak melaju

menembus senja kelam

 

selembar uang limaratus rupiah dan dua lembar uang seribu

kuberikan pada bocah kecil berwajah kusam dia lemas

“masih sekolah ?” tanyaku pelan

 

aku tidak lagi bersekolah lantaran hidup harus kerja keras

ayahku telah meninggal dunia, ibuku tak punya kekuatan lagi

bocah kecil berwnjah kelam itu terus melajukan becaknya

 

aku duduk gelisah penuh dosa

dan keperihan-keperihan di dadaku sesak

malam itu, aku hendah berjudi dengan nasib

menjemput kepingan rejeki tadi siang

aku berkata dalam hati

jika aku berhasil menemukan uang banyak malam ini

aku akan membayar lebih bocah berwajah kusam menarik becak

di tengah malam, tetapi sial, malam itu seorang pengusaha

berumah mewah tak ada di tempat setelah kujenguk berkali-kali

isterinya yang masih seksi hanya berkata, “dia lagi keluar”

kataku lirih.

 

Senja semakin kelam

bocah kecil beruajah kelam

uang dikantongku tak cukup untuk membayar bocoh itu

bocah kecil itu, berkata nanti kalau ketemu sisa biayanya

aku merasa terpelanting dalam kelam itu sendiri

sementara bocah itu telah berkubang dengan kelam

dan kemiskinan menjadi pelangi hidupnya

 

Kolaka, 28/1/2000.

 

Sumber : Harian PEDOMAN RAKYAT , Minggu 14 Mei  2000

 

Satu Tanggapan to “Kemiskinan”

  1. luar biasa kanda…puisi ini menjadi prasasti yang masih berdiri di balik jendela batinku…aku tak melupakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: