Hampa

Puisi Sayyid Ruslan Abdullah

 

Derita menghujam batin

Lelehkan darah dan air mata

Kuncup bunga mengering sebelum mekar

Terpanggang di atas mentari zaman

 

Kini peluh tak lagi membasahi kegersangan hati

Lunglaikan langkah meniti hari

Hingga kata tak lagi bermakna

Walau petuah menggema di segala arah

 

Di Sarawan Dori

Kurangkai harapan dalam bait–bait puisi

Disaat rindu mengusik hati

Menukik di samudera hayal

Hayutkan ke dermaga cinta

 

Oh… !

Biarlah pesona alam menjajah

Agar tiada sesak merasuk dada

Hingga kehampaan mendekap waktu

Tertanam dalam kenangan

Tumbukan seribu asa.

 

Dan dikala embun pagi turun

Menguap bersama doa Matahari kehidupan

Menyapa damai seluruh mahluk

Menyapa laut memerah yang hilangkan gairah

Menyapa pantai dengan senyuman hampa

Menyapa senja di penantian malam

Hingga rembulan terpadu dalam cahaya lembut

 

Kalupun tidak

Biarlah hari –hari terus berganti

Menambah garis –garis perjalanan di wajah

Atau senja semakin dekat dalam pelukan malam

Dan cinta tetap terukir di selembar kain kafan

 

 

Kampung Baru, 1 Desember 2006

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: