Gerimis Berderai

Puisi Sayyid Ruslan Abdullah

 

Gerimis berderai air mata

Langka ringan tak tuju arah

Hamparan Tanete bah bayang-bayang di balik tirai

Ketika engkau pergi di hari ke 7 pelaminan

Masih tergantung botol impus di ruang teratai

Di samping Kasur seprei putih yang telah kosong

Dan gerimis memaksa berlari mengejar rindu tersekap duka

Di atas puncak timurama engkau menanti persemayaman

 

Dengan tubuh kaku dan seuntai senyum

Mencocoki benakku hingga kepedihan berhari-hari

Derita hati lelehkan tangis

Menganag perjuangan bunda yang tak mungkin terbayar

 

Garis –garis di wajah adalah peta perjalanan hidup

Derap tapak kakimu masih tergambar di hati

Ketabahanmu bagai samudra tak bergelombang, tak bertepi

Dan engkau biarkan hati-hati kami berlabu di sana

 

Bagai angin senja engkau mengelus ubun-ubun kami

Dan bertutur;

“Anakku ,

Dalam pengabdian segala derita terlepas

Karena cinta melepas segala belenggu

Maka ukirlah tapak kakimu dengan cinta

Di sana engkau temukan kebahagiaan”.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: