Pecundang

Puisi Hikmah Mukaddas

 

Aku selalu terlambat merajut perasaan

Sehingga yang tersentuh pun gerak mengawan

Padahal selalu aku yang terdahulu tiba di khotbah waktu

Dan tepekur hayati saat yang begitu bararti tiap helanya

Ya ampun aku kalah gesit lagi kali ini

Hanya karena siasat yang tak kunjung sempurna

Adalah kabut hingga kelopak mata hatinya tak terlumat

Buatkku terjungkal, mengering dalam nasib

Aku musti maklum

Selalu aku yang pertama hadir

Tapi mengapa selalu jadi yang terakhir

Bahkan yang tak dibekali hitungan pun sapaan

Hanya secarik kertas yang tersenyum melihatku

Membaca tulisannya: Pecundang

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: