Konstruksi Kursi

Puisi Badaruddin Amir

 

kapan aku berhayal tentang kursi malas milik bapak

tempat biasanya ia duduk santai pagi dan petang hari

maka beratus-ratus kursi yang lain terlontar dari benak

hingga bertumpuk-tumpuk memenuhi ruangan tamu negeri ini

 

aku pun jadi kecil –mirip liliput ketakutan raksasa

terhimpit di kolong-kolong kursi menangisi tradisi

kemudian aku tak bisa berhayal lagi

bahwa kursi kecil yang kududuki masih kursi amanah

melainkan kursi pesakitan bagi si terdakwa

 

ketika pak guru mengajariku menggambar sebuah kursi

diam-diam kuhapus air mata yang berlinangan di sudut hati

karena aku ingin sekali melukis sebuah kursi amanah

di situ bapak bisa duduk suntuk dengan penuh wibawa

 

 

 

Barru 1997

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: