Eksodus 2

Puisi Badaruddin Amir

 

entah mengapa

setiap pertemuan denganmu

selalu meledakkan rinduku

 

ketawamu yang tergerai

dan bening bola matamu mengurai

kegelisahan-kegelisahan purba

sampai akupun tahu

bahwa dalam jiwa telah terjadi

pertarungan terakhir

antara rahwana dengan jatayu

memperebutkan kesucian cinta sita

 

di luar gelanggang

rama yang jadi gila sejak semula

telah memenggal kepalanya sendiri

dan berteriak, “sampaikan rinduku pada sita

dan kepala ini adalah taruhannya !”

 

jatayu adalah kesetiaan itu

karena ia melihat rama telah lahir tanpa dosa

sebagai laiknya burung yang ditakdirkan setia

tanpa dendam jatayu mengejar rahwana

yang membawa lari sita sampai

ke negeri alengka

 

dan aku adalah gelanggang pertarungan itu

setiap mendengar tawamu yang tergerai

dan membaca ayat-ayat yang tertulis

dalam bening bola matamu

rindukupun kembali meledak

seperti dahulu

 

 

Pondok Madinah 1999

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: