Aku Menjelma Adam

Puisi Badaruddin Amir

 

siapakah adam yang selalu dilambangkan itu

siapakah hawa yang selalu diagungkan itu

aku berdiri di tepi bumi kini menjelma adam

tidak di firdaus, tetapi di tengah-tengah gersang

antara kota sodom dan gomorrah

aku tak tahu ke mana siti hawa tiba-tiba menghilang

 

aku berteriak dan gaung suaraku

kuharap kini telah sampai di suatu tempat

di mana siti hawa yang kurindukan mungkin bersembunyi

karena malu, karena tak pernah meyakini dirinya

sebagai perempuan suci setelah terlontar

dari rongga sorga-Mu

 

tapi siapakah yang paling berdosa kini

dan sorga manakah yang paling firdausi

kalau kini aku, si adam yang telah lama kesepian di sini

berteriak seperti dulu : “Tuhan, beri aku perempuan lagi !”

 

 

 

Barru, 1998

 

Satu Tanggapan to “Aku Menjelma Adam”

  1. puisi bapak sangat manusiawi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: