Parabel Pada Sebuah Senja

Puisi Badaruddin Amir

 

seperti batu bisu

kaududuk di anjung, tertiup angin

menghitung hari-harimu yang sisa

 

adakah yang samar di depanmu

tertiup angin

adalah sebuah batu bisu

yang bertasbih menghitung

hari-harinya yang abadi

 

 

Barru, 1995

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: