Kaca

Puisi Badaruddin Amir

siang hari ada kilat cahaya memantul

pada kaca bening kita

: nyawamu dan nyawaku terbayang-bayang

di dalamnya

sebentar saja

setelah senja

penat kerja seharian sirna

dan kembali kita mengaca

: mengapa nyawamu saja yang terbayang-bayang

di dalamnya ?

Barru 1995

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: