Bisik-Bisik

Puisi Badaruddin Amir

 

merapatkan telinga pada dinding nurani

aku mendengar bisik-bisik malaikat

yang satu samar yang lain jelas terdengar

 

tawar menawar tentang hitam dan putih

tentang bijak dan perih :

–          orang itu belum bertobat, kata yangt samar

+    tapi ini perintah, harus terlaksana !

–          tapi dia belum siap, beri waktu sedikit lagi, kata yang samar

+    percuma saja, diberi waktu atau tidak

ia tetap tak akan berubah juga ! bentak

sebuah suara garang

 

(seekor burung patah sayap bergidik, anjing melolong di jauhan,

ranting-ranting gemeretak, selembar daunpun gugur ke bumi sebelum

waktunya dan seorang tua di sudut langgar sedang bertasbih sambil

menangis terngungu-ngungu)

 

merapatkan telinga pada dinding nurani

aku mendengar bisik-bisik malaikat

Tuhan hindarkan kami dari kekufuran dan laknat !

 

 

Barru, 1996

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: