Ketika Kita Demikian Lelap

Puisi Nawir Sulthan :

Pernahkah dalam sekejap

melintas bayang-bayang panjang

sebelum mengatupkan kelopak jendelamu

seperti ketika kita demikian lelap

mendekap kegelapan dari kejaran ombak

yang tak henti-hentinya ,mengetuk pintu

Kemudian kita beranjak keluar

dalam gerimis hingga sekujur kita jadi kuyup

terkapar sepanjang pantai.

Kita pun lupa di mana lagi

kita letakkan segenggam angin

yang diam-diam kita tangkap dari perjalanan jauh

Sementara malam terus mengendap

menyalakan lampu-lampu di setiap penjuru

di setiap penjuru!

Sehingga kita bahkan silau akan cahaya

Yang berpencar dan meletup-letup di angkasa

Mungkin laut menjadi henyak

ketika perahu yang kita tidurkan semalam

dengan masmur yang nengalir dari luka

sekonyong-konyong menyusup

tanpa jejak yang pasti. Seperti langit!

seperti langit yang begitu saja menjadi pucat

tanpa darah yang kita semburkan sepanjang Jalan

Makassar,88/89

Sumber : Harian Pedoman Rakyat, Minggu 25 Mei 1989


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: