Sketsa Samelung

PUISI mustam Arif

adalah nyayian setia memenggal rasa

dikala itik di kubangan sawah menimang ulat

di rerumputan padi

adalah nyanyian haru di rembang senja

dikala perkutut menembang menusuk sepi

ketika lonceng  di sekolah dasar itu menciptakan

isyarat pada getar waktu

di deker bendungan bocah-bocah telanjang bulat

mencumbui  getaran  air, melupakan gurunya bersimpuh

peluh di pojok papan tulis mengukir sebuah abjad

adalah irama lonceng biasa merajut mimpi

dikala remaja-remaja harus menyimpan rapor  SD

di lumpur sawah yang dalam

lantas seperdua mimpinya melayang  menyentuh  bintang

dan  sepertiganya  pada  lukisan raut pak tani setia

dala m  geIo mbang  fatamorgana

adalah sketsa nyanyian masa

ketika jemari  lentlk  para gadis meremas batu gunung

mencari kepingan harapan di sela teki-teki  zaman

sambil  menyenandungkan hymne pada matahari:

(matahariku!  jika ada deru angin menepis di sini,

kukirim dahaga pada  gemintang, sampai kan padanya

ada  jeritan  anak manusia melolong di balik gemerlapan)

adalah derai kabut biasa

dikala para pemuda  menyumbangkan petikan gitar

poda malam di tembok saluran air, mingharap agar

malam menjadi biduan pada jalan setapak

dan  menjadi  dawai obsesi pada nyanyian pagi

dengan  harapan-harapan  terkapar lesu

lantas  menggadai  coretan nama ayahnya

yang  tumbuh  di pematang sawah

adalah  untaian harapan biasa

jika  gema  surgawi di langgar atap

di sana pengakuan dan obsesi diselesaikan

di atas tikar

dan buku rapor para pemuda menawarkan

makna harapan dan kompensasi

buat merajut muamyian keteduhan

di balik penyesalan pada nasib

 

Pong Samelung, 1989

 

(Sumber : Harian Pedoman Rakyat, Minggu 25 Mei 1989, halaman 8)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: