Puisi-Puisi Muhammad Basir Rusy AM

 

Muhammad Basir Rusy AM, S.Pd, lahir di Barru pada lahir pada 23 Maret 1973 di Jampue Kabupaten Barru. Menyelesaikan pendidikan terakhir (S1) pada Universitas Negeri Makassar. Meskipun resminya, ia adalah guru Matematika, namun soal cipta puisi tidaklah terlalu asing baginya. Saat masih SMA ia kerap menulis puisi walau belum terpublikasi. Di samping sebagai guru yang mengajar pada SMP Negeri 3 Balusu, ia juga adalah seorang organisatoris dan senang bergaul dengan remaja. Beberapa kali ia menggasas Lomba untuk Remaja, seperti Lomba Beduq menjelang Lebaran, Lomba Cipta dan Baca Puisi antar guru dan lain-lain. Saat ini beralamat di Jl. H.M. Tahir Dani 37, Kelurahan Takkalasi Kecamatan Balusu Kabupaten Barru. Menulis puisi baginya adalah kegemaran.

 

Muhammad Basir Rusy AM :

ODE BAGI RETNA KENCANA COLLIQ PUJIE

 

Panggung sejarah pejuang Bugis tanah Berru

Menghantarkan kisah, membagi asa

cerita heroik perjuanganmu

di bumi Pancana nan elok permai

Retna Kencana Colliq PujiE Datogna La Pagellipue’

di wariskan dari pijar peradaban Arung Pancana Toa

Menggugah rasio, menguak karsa Colliq PujiE

Menulis sastra utuh La Galigo

Retna Kencana Colliq PujiE Arung Pancana Toa

Sepuluh tahun terasing,

terbelenggu jeruji besi,

imbas ketidakadilan kolonial Belanda

Melahirkan kebencian,

dendam kesumat,

terpatri di ubun-ubun

menghentak!

bak palu raksasa ke bumi Pancana – Lamuru

Tekad bulat, niat suci

melepaskan diri dari rantai tirani feodalisme

Bersumpah demi tanahku

Tanah Ogi Berru nan indah

Bertahan di tanahku adalah harga mati untuknya!

Aksara “Bilang-Bilang” angka rahasia meneguhkan peradaban

Hingga sejarah bersaksi dan menorehkan tinta emas

Feodalisme tak lagi pantas di bumiku!

Colliq PujiE Arung Pancana Toa

Sembilan belas abad silam berlalu dari khadiranmu di bumi pancana

Sungguh edan dan tak adil, bila anak negeri era ini tak tahu menahu sejarahmu

heroikmu, kecerdasanmu, keperkasaanmu, ataupun keunikanmu!

harusnya mereka simak dari referensi dan literatur sejarah pejuang Bugis tanah Berru

Tanpamu!

Sampan nelayan tak mungkin tertata rapi di bibir pantai

Nelayan enggan berlabuh walau terhimpit ekonomi

Riak ombak tak leluasa bercanda

bermain bersama panorama dasar laut

Pohon bakau enggan berdiri gagah

laksana pasak hitam menancap kokoh tembus bumi

Dan kini !

Kemerdekaan telah kami nikmati dengan indah

Colliq PujiE

Perempuan cerdas, dan perkasa milik dunia

Harum namamu pantas bersanding bersama

Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Cut Meutia

di deretan pejuang Pahlawan Nasional

Takkalasi, 2009

 

Muhammad Basir Rusy AM :

ELEGI OEMAR BAKRI

 

Pagi ini kuterbangun dengan senyum

Membasuh wajah dengan harap sangat

hariku dapat menghibur aku dengan damai

Dalam bathin ini manggut-manggut

Negeriku tak seindah cerita moyang dulu

Bukan ini impianku!

Kan adakah kami jadi satu dari seribu?

Hidup akan sirna dalam irama detik

Sementara bayang bahagiah

sebatas angan tanpa batas

Terkadang aku terdiam

Meratap dalam angan membatu

Lara mengais dalam lumpur ketidakadilan

Menembus ruang kecurangan

Hanya harapan semu tanpa nyata

Berkutat diantara semangat pamrih tanpa jasa

Memberi semua talenta diri

Penghargaan apa yang telah kami raih?

 

Muhammad Basir Rusy AM :

ANANDA

 

Kupersembahkan buat Anakku tercinta!

Denting waktu berputar

tak pernah mengusik

asyiknya Ananda bermain

Polos dan lugu paras Ananda

sedikitpun tak hadir gores dosa di sana

Murni hati Ananda

semurni kasih sayang kami

Sebaris tanya terbesit dalam sukma

Akankah kita terus bersama Anandaku?

Renungan malam sebelum tidur

Takkalasi, 2009

 

Muhammad Basir Rusy AM :

CINTAKU

 

For: My wife

Senyum di bibir

terkulum merekah dihiasi lentik bulu matamu

Mengundangku untuk mengagumimu

Kuingin sambut aku dengan cintamu

Disaat aku bangun di fajar pagi secerah awan

Memanggilku dengan damai hati

Berpeluk rindu belai kasih

Menghilang sakwa dan sangka karena cintamu

Perkenankan aku memujimu dengan cinta

Hingga masa berakhir

Satu hati

Satu jiwa karena cinta

Enggan pupus sayang dan rindu

Karena cinta dan hati jadi padu dalam kasih

 

Muhammad Basir Rusy AM :

HUJAN

 

Bertender di atas daun keladi

Bergeser tanpa berkas setitik

Jatuh hempas !

Berderai meninggalkan bongkahan noktah

Hadirmu ke bumi

Tak bernyali!

Gerakmu luruh bagai gemuruh

Riuhkan atap

seiring iramamu tanpa nada

Rumput bergoyang dengan riang

Menyambut hadirmu nan lama dinanti

Palingkan gersang dengan sejukmu

Takkalasi, 2009

 


2 Tanggapan to “Puisi-Puisi Muhammad Basir Rusy AM”

  1. AGUSRIANSYAH RIDWAN Says:

    TOLONG BUATKAN HISTORI SEJRAH DALAM SYAIR PUISI KERAJAN REA TANETE RIAJA

  2. Sungguh besar sejarahmu
    Tapi tertutup dengan kekuasaan negara
    Sehingga dunia lebih mengenalmu
    Dibanding Asalmu
    Apakah pemimpin buta
    Apakah pemimpin tuli
    Apakah pemimpin Bisu
    Ataukah memang para pemimpin adalah manusia Ʈƌƙ Ʈƌƙ Ʈƌƙ tahu diri
    Lupa sejarah
    Namamu tertutup RA.Kartini
    Namamu Tertutup Dewi Sartika
    Di pulaumu sendiri
    Bahkan tertutup dengan pemimpin pemimpin
    Yg Ʈƌƙ Ʈƌƙ Ʈƌƙ pandai mensyukuri sejarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: