Puisi-Puisi Teratai Malam

 

Teratai Malam, adalah nama samaran yang dipilih Nasaruddin dalam sajak-sajaknya. lahir di Talaka Ma’rang Pangkep pada 15 April 1969. Oleh teman-temannya di MGMP ia biasa dipanggil ‘Pak Udztas’ dan sering didaulat baca doa membuka/menutup kegiatan MGMP. Saat ini mengajar pada SMP Negeri 3 Mallusetasi Kabupaten Barru.

 

 

 

 

 

Teratai Malam :

MUNGKIN ATAU TAK MUNGKIN

Selamat pagi

Pagi

Pagi

Selamat pagi

Selamat

Selamat

Selamat

Pagi selamat atau selamat pagi

Kalau masih ada kata selamat

Tentu masih ada selamat pagi

Tapi pagi selamat

Dan selamat pagi

Mungkin atau tak mungkin

Selamat pagi mungkin ketika

Masih terbit matahari pagi

Dan…pagi selamat mungkin ketika

Langit tak bergemuruh, tak ada kilat, tak

Ada petir, tak ada tangis, tak ada lapar tak ada

Tak

Oktober 2009

Teratai Malam :

SEBELUM ITU

Ketika pena itu tumpul

Ketika kertas itu buram

Ketika meja itu tinggal satu kaki

Dan ketika kursi itu

Tak punya sandaran lagi

Ketika semua itu

Tata surya tak punya arah

Bumi berguncang

Langit akan menangis

Tangis di atas tangis

Dan berteriak

Dalam tangisnya

Dan menangis dalam tangisnya

Tak ada tepuk dada

Tak ada kacak pinggang

Tak ada kepal tinju

Tak ada teriak lantang

Tak ada !

Sebelum masih ada yang tak ada

Sebelum pena itu tumpul

Sebelum kertas itu buram

Sebelum meja kehilangan kaki

Sebelum itu

Rentanglah sajadahmu

Dan sujudlah pada sujudmu

Oktober 2009

Teratai Malam :

SALAH SIAPA

Kapan terjadi kesalahan

Kapan ada yang salah

Kapan ?

Apakah pada awalnya

Apakah pada akhirnya

Lalu siapa yang salah ?

Ketika manusia pertama

Ketika birahi pertama

Ketika nafsu pertama

Dan ketika…

Lalu siapa yang salah

Salah siapa yang lalu…

Bukan dia, bukan aku, bukan kau

Dan bukan siapa

Tapi kalau tak ada salah

Tentu kamu tak ada

Oktober 2009

Teratai Malam :

PETI ITU PETI INI

Nasaruddin dalam sajadahnya

Dan dia memikirkan dunia ini

Ternyata dunia ini

Adalah sebuah peti

Peti itu peti ini

Tapi sebuah peti yang tertutup rapat

Dan kita manusia berada dalam peti itu

Dan kita terkurung di dalamnya

Dan kita tertawa di dalamnya

Dan kita menangis di dalamnya

Dan kita beranakpinak di dalamnya

Dan kita, mati di dalamnya

Lalu kita dibuatkan peti di dalam peti itu

Lalu kita menunggu di dalam peti itu

Dan sampai pada

Tak ada lagi yang membuat peti

Di dalam peti

Oktober 2009

Teratai Malam :

KITA SEMUA

Sebenarnya hanya empat orang isi dunia

Sebenarnya empat orang itu

Kita semua

Ada orang yang tahu di tahunya

Ada orang yang tahu di tidaktahunya

Ada orang yang tidak tahu di tahunya

Ada orang yang tidaktahu di tidaktahunya

Lalu di manakah kita

Atau kita yang mana

Hendaklah tahu diri-Nya

Dan tahu diri-Mu.

Oktober 2009

 

3 Tanggapan to “Puisi-Puisi Teratai Malam”

  1. lentera diujung malam

  2. lihat saja matahari sebelum katarak menjelma
    rangkul saja rembulan sebelum fajar terjaga
    lalu tinggalkan nama pada garis mimpi
    apakah ?

  3. mari kita berangkulan sebab komandan telah datang
    mari kita bersahabat sebab komandan memaafkan
    mari kita berlari sebab komandan punya tujuan
    mari kita tertawa sebab komandan bawa harapan
    mari kita jujur pada jiwa sebab komandan bukan pendedam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: