Studi Tour Universitas Muhammadiyah Makassar ke Malaysia – Singapura (3) Si Kembar Menara Jagung

Oleh Badaruddin Amir

www.flickr.com/photos/ 8974833@N07/2391885726/Ada dua tempat di Malaysia yang tak boleh anda lewatkan manakala punya cukup “ringgit” untuk melawat ke sana. Yaitu Menara Kembar Petronas (Twin Tower) yang kami sebut sebagai dua jagung raksasa lantaran keduanya mirip jangung yang ditancapkan, dan satu lagi Genting Highlands atau tanah tinggi genting. Keduanya menjadi ikon pariwisata kebanggaan negeri jiran Malaysia.

Menara kembar petronas terletak di kawasan Petronas. Menara ini berdiri berdampingan menyerupai dua jangung yang telah dikupas kulitnya. Tingginya mencapai 451,9 meter termasuk antene. Total lantai nya adalah 88 lantai. Menara ini dibangun pada tahun 1992 dan pembangunannya rampung tahun 1998. Menara ini merupakan karya agung arsitek brilliant dari Argentina bernama Cesar Pelli. Menara ini dikerjakan oleh kontraktor berbeda. Tower 1 dibangun oleh Hazama Coorperation dari Jepang sedangkan Tower 2 dibangun oleh dua kontraktor Korea selatan, yaitu Samsung Engineering & Contruction dan Kukdong Engineering & Construction. Hingga tahun 1998, sebelum menara Taipei 101 yang ada di kota Taipei di bangun, menara ini masih rangking satu tertinggi di dunia.

Kedua menara yang berdampingan ini dihubungkan oleh sebuah jembatan (Skybridge) yang terdapat di lantai 41 dan 42 pada kedua tower. Jembatan ini terletak diatas ketinggian 170 meter dari permukaan tanah dengan panjang 58 meter. Fungsi dari Skybridge ini sebagai jembatan darurat bagi kedua Tower manakala ada kebakaran disalah satu menara. Jebatan ini dibuka untuk umum untuk kapasitas 1.700 orang pengunjung dalam satu hari dan tidak dipungut biaya apa pun. Pelayanan mengunjungi Skybridge ini dengan sistem first-come first-serve, mulai jam 9 pagi hingga jam 7 malam dan setiap hari senin ditutup. Saat ini Tower 1 seluruhnya digunakan oleh Petronas Company sebagai head office dan Tower 2 ditempati oleh perusahaan dalam dan luar negeri seperti Al Jazeera English, Bloomberg, Boeing, IBM, Khazanah National Berhad, McKinsey & Co, Microsoft, The Agentcy, Accenture, TCS, Krawler Networks dan Kantor Berita Reuters. Disini juga terkenal dengan Malaysian Philharmonic Orchestra dan Suria KLCC yang merupakan salah satu shopping mall terbesar di Kuala Lumpur.

Menurut informasi yang kami peroleh dari kakitangan (staf) yang bertugas di menara tersebut di sana pernah terjadi peristiwa yang menarik. Yaitu pada tanggal 20 Maret 1997, si “Spiderman” Alain Robert pernah berusaha memanjat salah satu menara Twin Tower dan berhasil ditangkap oleh polisi Malaysia di lantai 60. Sepuluh tahun kemudian, yakni pada tanggal yang sama 20 Maret 2007 sang “Spiderman” datang lagi, kali ini ia memanjat menara yang lain dan lagi-lagi ia harus berurusan dengan polisi Diraja Malaysia karena berhasil ditangkap di lantai yang sama, yaitu lantai 60. Entah benar, entah hanya dongengan, wallahu a’lamu bissawwab !

Rombongan kami memang tak sempat masuk, apalagi “memanjat” seperti “Spiderman” sampai ke lantai atas. Sebagian dari kami hanya melihat-lihat dari dekat sambil terkagum-kagum memandangi puncak si kembar. Hari sudah sangat sore, sementara perjalanan ke Genting Highlads masih memakan waktu beberapa jam. Beberapa rekan masih sibuk berfoto-foto dari berbagai arah ketika tour leader sudah berteriak-teriak memanggil rombongan masuk bus untuk meneruskan perjalanan. Sesuai schedule perjalanan, hari itu kami akan bermalam di Genting, yaitu di Hotel First World yang memiliki kamar 6,118 dengan temperatur udara sekitar 300 C hingga 150 C.

Di depan Twin Tower (Foto : Badar)Dua bus persiaran dari Kwok Ping Travel & Tour Sdn. Bhd. bergerak menuju ke jalan tol hightway sepanjang 848 km. Tol ini bermula dari perbatasan Thailand sampai ke Kelantan di johor bahru, perbatasan Singapura. Sebagian rombongan tertidur dengan nyenyak di kursi masing-masing karena kelelahan, tapi tour leader kami, cik Noor Ashimah Binti Jani yang cantik terus juga menghibur dengan berbagai legenda tanah Melayu, tanah tumpah darahnya yang indah permai dipandang mata.

 

3 Tanggapan to “Studi Tour Universitas Muhammadiyah Makassar ke Malaysia – Singapura (3) Si Kembar Menara Jagung”

  1. hebat…bisa jalan ke jiran..atas biaya dinas atau biaya sendiri? trus mana cenderamata untuk saya minimal baju kaos nya nurdin m top…hahahahaha.
    lama rasanya kita tak berjumpa….mudah-mudahan kalau saya ke makassar saya bisa mampir ke rumahnya….

  2. Saya membacanya dan sangat tertarik…thahir Seni Rupa Unismuh Makassar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: