Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Kampus Hijau yang Menawan

Oleh Badaruddin Amir

Sebagian rombongan berfoto di kawasan Putra Jaya, SlangorMahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar (UMM) pada 22-26 Juni lalu melakukan lawatan ke Malaysia – Singapura dengan sasaran utama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Lawatan ini dimaksudkan sebagai silaturrahmi antara dua Perguan Tinggi sekaligus menimba pengalaman bagi mahasiswa Pasca UMM yang tahun ini akan menyelesaikan kuliahnya, Kata Dr. Salam, M.Pd, Ketua Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pascasarjana UMM yang bertindak sebagai pengarah pada lawatan tersebut. Sambil melakukan lawatan ke Universitas tersohor di negeri jiran ini, 80 orang mahasiswa pasca jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Pascasarjana UMM, Prof.DR. H.M Ide Said DM, M.Pd, sempat melakukan kunjungan wisata ke beberapa tempat terkenal lainnya, baik di Malaysia maupun di Singapura. Beberapa objek yang dikunjungi di Malaysia diantaranya Istana Negara, Dataran Merdeka Kuala Lumpur, Menara Kembar (Twin Tower) di Kuala Lumpur, Mosque and Parlement House di Putra Jaya, Pusat perbelanjaan Sungai Wang dan objek wisata Internasional Genting Highland. Sedang di Singapura, rombongan berkesempatan menyaksikan pertunjukan spektakuler “Songs of The Sea”, sebuah pertunjukan teater multimedia di Sentosa Island. Seperti apa lika-liku perjalanan tersebut, berikut laporan Badaruddin Amir salah seorang peserta lawatan tersebut.

***
Hujan rintikrintik ketika rombongan pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar (UMM) telah keluar dari bandara Internasional Kuala Lumpur. Pemandu kami cik Noor Ashimah Binti Jani dan Encik Safei mengambil alih tugas tour leader yang sebelumnya dipandu oleh Miss Rita dan Miss Ima dari Bintang Wisata Tours & Travel Sulawesi Selatan sejak dari bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar hingga ke Kuala Lumpur. “Demikian kode etik travel, harus menyerahkan tour leader pada pemandu tempatan manakala memasuki sebuah negeri berbeza” , kata Ashimah, gadis manis putri Johor dalam bahasa ‘Malindo’ (campur kode Malaysia-Indonesia-Red).
Pasangan tour leader Ashima dan Safei segera mengarahkan rombongan pada dua Bas Persiaran (Bus Pariwisata) Kwok Ping Travel & Tour Sdn. Bhd. yang telah menunggu di lapangan parkir bandara. Seterusnya rombongan meluncur tenang ke hotel Cititel Express Jl. Tuanku Abdul Rahman Kuala Lumpur dengan muka cerah setelah melalui pemeriksaan petugas imigrasi Negeri Malaysia yang ramah. Malampun turun dan Kuala Lumpur bermandi cahaya.

Manakala esok matahari terbit, rombongan UMM mulai lawatan ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang berada di negara bagian Selangor. Tapi karena sebelumnya ada informasi dari Naib Canselor (Rektor) UKM, Prof.Tan Sri Dato’ Dr. Sharifah Hapsah Syed Hasan Shahabudin bahwa pada hari yang sama di kampus Induk UKM ada majelis (acara) penandatanganan MoA dan Pelancaran Program MD Francais-UKM di Allianze College of Medial Sciences (ACMS) oleh Duli Yang Teramat Mulia Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail Raja Muda Perlis bersama istrinya Yang Teramat Mulia Tuanku Hajjah Lailatul Shahreen Akashah Khalil Raja Puan Muda Perlis, maka terpaksa rombongan dipecah menjadi dua. Sebahagian berjumlah 20 orang dipersiapkan sebagai “delegasi” UMM untuk mengikuti “dialog lawatan” dengan Encik Shamsuddin Puteh, Ketua Penolong Pendaftar Pusat Pengurusan Siswazah UKM, yang menggantikan Naib Canselor Prof.Tan Sri Dato’ Dr. Sharifah Hapsah Syed Hasan Shahabudin yang hari itu tidak berkesempatan hadir berdialog dengan “delegasi” karena sibuk menyambut kedatangan tamu agung Raja Muda Perlis. Namun demikian, sisa rombongan yang tak ikut “dialog lawatan” sejumlah 60 orang setelah dikonfirmasi dengan kaki tangan (staf) UKM, diperkenangkan mengikuti majelis penandatanganan MoA, bertemu langsung dengan Raja Muda Perlis dan permaisuri dengan syarat hanya sebagai pendengar dan harus mengikuti atur cara (Tata Tertib) majelis. Ini adalah sebuah kebijakan dan kesempatan sangat istimewa yang diberikan oleh pihak UKM.

Rombongan memang tidak langsung ke kampus UKM karena hari masih pagi dan masih ada waktu sekitar 2 jam yang dapat dimanfaatkan untuk berpusing-pusing (berkeliling). Janji untuk bertemu dengan kaki tangan (staf) pejabat UKM jam 10.00 waktu Selangor. Tour Leader mengarahkan rombongan ke Putra Jaya, sebuah kawasan persiaran menyaksikan masjid termewah di sana dan gedung-gedung parlemen Negara Diraja Malaysia. Di sana rombongan hanya diperkenangkan berfoto-foto di lapangan parkir sambil menyaksikan matahari beranjak semakin tinggi di atas gedung-gedung pencakar langit yang bertengger di atas bukit. Pemandu rombongan Cik Ashimah menjelaskan, Kuala Lumpur dulunya adalah kota pentakbiran (Perkantoran) Kerajaan Malaysia. Tapi sekarang, meski ibukotanya masih di Kuala Lumpur, namun kantor pentakbirannya (gedung-gedung Parlemen dan sebagainya) sudah dipindahkan ke kawasan Putra Jaya yang berjarak 22 Km dari Kuala Lumpur. Kawasan ini berada di tengah-tengah, antara Bandara Internasional Kuala Lumpur dan Kota Kuala Lumpur. Kawasan perkantoran Putra Jaya ini dirancang oleh Perdana Menteri Malaysia ke 6 Dr. Tun Mahathir Mohamad, Perdana Menteri terlama Malaysia yang memegang tampuk pemerintahan lebih kurang 22 tahun. Kawasan ini dibangun pada tahun 1995 yang sebelumnya merupakan kawasan ladang getah (karet) dan kelapa sawit. Pada kawasan ini dibangun mesjid besar, gedung-gedung parlemen, kantor Putra Perdana (kantor Perdana Menteri Malaysia), dan berbagai kantor pemerintahan lainnya. Nama Putra Jaya diambil dari kata putra yang artinya anak baru lahir dan juga diambil dari nama Perdana Meteri Malaysia yang pertama Tuanku Abdurrahman Putra Al Hajj ditambah dengan kata “jaya” dengan harapan kawasan ini bisa menjadikan generasi baru yang lebih “cemerlang, gemilang, terbilang“ yang menjadi ‘coba kata’ (motto) kota itu.

Kawasan ini dipagari bukit-bukit indah dengan pohon-pohon getah dan kelapa sawit yang tumbuh alami. Di diatasnya dibangun rumah-rumah mewah yang merupakan kompleks rumah pejabat. Di atas bukit itu pula rumah jabatan Perdana Menteri Malaysia bertengger dan tak jauh dari rumah Perdana Menteri terdapat gedung besar berarsitek moroislam (moorish). Itulah istana Malawati, istana bagi Yang Dipertuan Agung. Kawasan ini dikelilingi danau buatan dengan air yang biru jernih dan senantiasa bergelombang ditiup angin. Di danau ada tujuh jembatan yang menghubungkan Putra Jaya dengan kawasan lain.

Setelah waktu persiaran habis di Putra Jaya, rombongan berangkat ke Bangi, Selangor Darul Ehsan, yang berjarak kira-kira 45 km dari bandara Internasional Kuala Lumpur. Tak ada hambatan melaju di atas by pass ke kampus UKM karena rombongan menuju ke luar kota. Akan tetapi pada jalur masuk kota, kami berpapasan dengan deretan mobil-mobil mewah berjalan pelan seperti siput sepanjang tiga kilometer karena lalulintas macet. Hal ini, kata Ashimah disebabkan karena para pekerja yang masuk ke kota pagi hari demikian membludak, sehingga banyak yang terpaksa memilih naik kereta monorail (semacam KA kecil sebesar bus yang melaju di atas jembatan satu rel setinggi 10 meter di atas jalan raya) menuju ke kantornya. “Cuba nak lihat di stesion sana, banyak kereta parker !” kata Ashima menunjuk salah satu stasiun monorail yang penuh mobil.

Di kampus Induk UKM seluas 1.096,29 ha berdiri 12 Institut dan sebuah lapangan fakulti. Di sana kami melihat gedung-gedung tinggi berjejer rapi dengan halaman yang hijau sejuk. Pohon-pohon tinggi berderet memagar kampus, tapi tak sehelai daun atau sampah berserakan di halaman karena begitu ada daun gugur atau sampah yang dibuang oleh pendatang, serombongan petugas dengan kostum merah bata dan mulut tertutup masker segera membersiahkannya.

“Mereka pasti orang Indonesia !” canda Bakri Hadramaud, salah seorang peserta yang suka guyon menebak sembarangan. Dan tatkala penulis mencoba mewawancarai petugas kebersihan tersebut, ternyata memang benar mereka adalah TKI berasal dari Madura yang sudah 6 tahun bekerja di Malaysia.

Di Bilik majelis Aras 5, Bangunan canselori, yang dirancang berbentuk bundar dan dapat menampung sekitar 100 orang itu pejabat UKM, Encik Shamsuddin Puteh didampingi Cik Zie Fazleen Hashim sudah menunggu delegasi untuk memulai “dialog lawatan”. Mereka menyambut kami dalam dua bahasa campur kode, Melayu-Ingris. Sedang yang lain yang tak ikut “dialog lawatan” dipersilakan menuju ke Bilik Senat UKM di mana Majelis Penandatanganan MoA sudah dimulai.

Direktur Pascasarjana UMM Prof. Dr. H.M. Ide Said DM, M.Pd, yang sekaligus sebagai ketua delegasi memaparkan tujuan kunjungan sekaligus memperkenalkan delegasi “dialog lawatan’ satu persatu. Usai sambutan dari Naib Canselor (Rektor) UKM yang diwakili Encik Shamsuddin Puteh kami disilakan menyimak tayangan profil UKM melalui projector yang sudah terpasang dengan dua layar besar di depan. Setelah itu peserta disilakan bertanya dan dialogpun dimulai.

Banyak yang mencuat dari dialog tersebut. Antara lain kesiapan UKM untuk menerima mahasiswa Indonesia dengan pasilitas dan kemudahan tertentu, misalnya beasiswa. Di UKM saat ini sudah banyak mahasiswa asal Indonesia yang mengambil S2 maupun S3 dalam berbagai konsentrasi. Shamsuddin Puteh menjelaskan bahwa UKM terdiri dari 11 Fakulti yaitu Fakulti Ekonomi dan Perniagaan, Fakulti Farmasi, Fakulti Pendidikan, Fakulti Pengajian Islam, Fakulti Perubatan, Fakulti Pergigian, Fakulti Sains dan Teknologi, Fakulti Sains Kesihatan Bersekutu, Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan, Fakulti Teknologi dan Sains Maklumat dan Fakulti Undang-Undang. Selain itu UKM juga membawahi 14 institut, 17 Pusat Penyelidikan/Kecemerlangan (semacam pusat penelitian), sejumlah penghidmatan seperti Dewan Canselor, Dewan Kuliah/Seminar/Persidangan, Masjid/Surau, Panggung Seni, Pusat Islam, Pusat Kebudayaan, Pusat kembangan Pendidikan, Pusat Kesihatan Pelajar, Pusat Pembangunan Akademik, Pusat Penerbitan dan Percetakan, Pusat Pengurusan Penyelidikan dan Inovasi, rumah tamu, dan pusat-pusat lainnya.

Karena keterbatasan waktu di UKM rombongan tak dapat menelusuri semuanya. Namun beberapa data penting tentang UKM telah diperoleh melalui brosur, buklet dan majalah Resonance (berbahasa Inggris) dan Senada (Berbahasa melayu) yang diterbitkan oleh Pejabat Perhubungan Awam dan Korporat (Humas-Red) Universiti Kebangsaan Malaysia yang juga dapat disimak melalui http://www.pro.ukm.my/senada.asp.

Satu Tanggapan to “Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Kampus Hijau yang Menawan”

  1. oya..sir, boleh mintk proposalnya! or link tuk pergi kesana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: